moat-project.org – Dokter Ingatkan 5 Bahaya Memijat Kaki Pegal Karena Varises. Memijat kaki memang nikmat setelah seharian berdiri atau jalan, tapi bagi penderita varises, sentuhan lembut sekalipun bisa berisiko. Varises bukan sekadar urat menonjol, tapi kondisi pembuluh darah yang rapuh dan mudah cedera. Banyak orang tidak sadar bahwa pijatan biasa bisa memicu masalah serius. Artikel ini bakal membahas lima bahaya memijat kaki pegal bagi penderita varises, biar tubuh tetap nyaman tanpa mengorbankan kesehatan.
Risiko Pembuluh Darah Pecah
Varises membuat pembuluh darah di kaki menonjol dan lebih tipis dari normal. Memijat terlalu keras bisa membuat pembuluh ini pecah, menimbulkan memar, dan bahkan pendarahan. Transisi dari pijatan ringan ke cedera bisa terjadi tanpa terasa. Sekali pembuluh pecah, kaki bisa terasa nyeri, bengkak, dan memar besar muncul.
Orang sering tidak sadar bahwa pijatan santai yang mereka anggap aman justru menjadi pemicu. Selain itu, risiko ini lebih tinggi pada orang yang memiliki varises parah. Oleh karena itu, dokter selalu menyarankan untuk menghindari tekanan langsung pada area pembuluh yang menonjol. Pencegahan lebih mudah daripada mengobati, terutama untuk pembuluh yang rapuh.
Meningkatkan Pembengkakan Kaki
Memijat kaki pegal bisa memicu pembengkakan lebih parah pada penderita varises. Tekanan dari tangan bisa memaksa darah bergerak tidak normal, sehingga kaki terasa lebih berat dan bengkak. Transisi dari pegal biasa ke pembengkakan signifikan sering terjadi setelah pijat, terutama jika dilakukan terlalu lama.
Kaki bisa terlihat bengkak, terasa hangat, dan menimbulkan ketidaknyamanan lebih besar dari awal. Selain itu, pembengkakan yang meningkat juga bisa mempersulit sirkulasi darah. Saat pembuluh varises sudah terisi tekanan, pijatan yang salah bisa memperlambat aliran darah dan menambah risiko komplikasi jangka panjang.
Memicu Nyeri Hebat
Pijat yang menekan area varises bisa membuat nyeri meningkat. Daripada terasa rileks, kaki justru terasa sakit dan pegal bertambah parah. Transisi dari pegal ringan ke nyeri hebat bisa terjadi beberapa jam setelah pijatan. Rasa sakit biasanya disertai sensasi panas atau kram di area yang dipijat. Selain itu, nyeri yang terus-menerus bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Tidur menjadi tidak nyaman, jalan terasa berat, dan kaki cepat lelah. Efek ini menunjukkan bahwa pijatan biasa bisa jadi bumerang bagi kaki dengan varises.
Risiko Terbentuknya Gumpalan Darah
Varises meningkatkan risiko pembentukan gumpalan darah. Memijat kaki sembarangan bisa mendorong gumpalan ini berpindah, sehingga menimbulkan masalah serius, termasuk trombosis vena dalam. Dokter Ingatkan Transisi dari pijatan ringan ke risiko gumpalan darah sering tidak terlihat langsung.
Tapi efeknya bisa fatal jika gumpalan bergerak ke paru-paru atau jantung. Dokter Ingatkan Selain itu, orang dengan varises parah atau riwayat gangguan pembekuan darah harus ekstra hati-hati. Dokter menekankan bahwa pijat kaki yang salah bisa mengubah kondisi dari nyaman menjadi darurat medis.

Perdarahan Internal atau Luka pada Kulit
Varises membuat kulit di sekitar pembuluh darah lebih tipis. Tekanan dari pijatan bisa menimbulkan perdarahan kecil di bawah kulit atau luka terbuka. Dokter Ingatkan Transisi dari pijatan santai ke cedera kulit sering terjadi tanpa disadari. Mungkin awalnya hanya memar ringan, tapi bisa berkembang menjadi perdarahan lebih serius jika tidak ditangani.
Selain itu, luka pada kulit kaki juga meningkatkan risiko infeksi. Varises yang rusak membuat area kulit lebih rentan, dan infeksi bisa memperparah kondisi kaki. Dokter Ingatkan Oleh karena itu, pijatan harus dihindari atau dilakukan oleh profesional yang memahami kondisi varises.
Kesimpulan
Memijat kaki pegal memang terasa menyenangkan, tapi bagi penderita varises, risiko jauh lebih besar daripada manfaatnya. Dokter Ingatkan Lima bahaya utama pembuluh darah pecah, pembengkakan meningkat, nyeri hebat, risiko gumpalan darah, dan perdarahan atau luka kulit menjadi alasan kuat untuk berhati-hati. Daripada memijat sendiri, penderita varises bisa mencari metode lain untuk mengurangi pegal, seperti kompres dingin, posisi kaki lebih tinggi, atau olahraga ringan yang mendukung sirkulasi darah. Kesadaran akan kondisi varises membantu menjaga kaki tetap sehat tanpa mengorbankan kenyamanan.
