Februari 15, 2026
Ibu Hamil: 5 Faktor Risiko Infeksi Saluran Kemih yang Sering Terjadi

moat-project.org – Ibu Hamil: 5 Faktor Risiko Infeksi Saluran Kemih yang Sering Terjadi. Hamil itu momen yang membahagiakan, tapi nggak bisa lepas dari berbagai tantangan kesehatan, salah satunya infeksi saluran kemih atau ISK. Infeksi ini bisa menimbulkan gejala seperti nyeri saat buang air kecil, demam, dan bahkan komplikasi serius jika tidak segera diwaspadai. Menariknya, ada sejumlah faktor tertentu yang membuat ibu hamil lebih rentan terkena ISK dibanding orang lain. Dalam artikel ini, kita akan membahas lima faktor risiko utama, mengapa faktor-faktor tersebut muncul, dan bagaimana tubuh bereaksi terhadap infeksi. Tujuannya agar ibu hamil bisa lebih waspada, memahami tanda-tanda yang perlu diwaspadai, dan tetap tenang tanpa panik berlebihan.

Perubahan Hormonal

Hormon saat hamil mengalami lonjakan drastis. Progesteron bikin otot saluran kemih lebih rileks, dan hal ini bikin urine nggak mengalir secepat biasanya. Aliran urine yang melambat ini memberi kesempatan bakteri berkembang biak. Jadi wajar kalau ibu hamil lebih sering mengalami infeksi saluran kemih dibanding orang normal. Selain itu, hormon juga memengaruhi pH urine, membuat lingkungan di saluran kemih lebih ramah bagi bakteri. Kombinasi perubahan hormon dan aliran urine yang lambat bikin risiko ISK meningkat, apalagi kalau ibu hamil nggak cukup minum air putih.

Tekanan Rahim pada Kandung Kemih

Seiring pertumbuhan janin, rahim menekan kandung kemih. Tekanan ini bikin urine tersisa di kandung kemih lebih lama setelah buang air kecil. Bakteri punya waktu lebih banyak untuk berkembang biak, dan peluang terjadinya infeksi meningkat. Bahkan ibu hamil yang rutin buang air kecil.

Sekalipun bisa mengalami hal ini karena tekanan rahim tetap membuat aliran urine nggak optimal. Selain itu, tekanan rahim juga memengaruhi otot panggul dan saluran kemih. Perubahan posisi dan tekanan ini bikin bakteri lebih gampang naik ke ureter dan ginjal jika infeksi nggak segera ditangani.

Sistem Kekebalan Tubuh yang Menurun

Ibu hamil alami penurunan kekebalan tubuh supaya janin nggak ditolak. Tapi efek sampingnya, tubuh lebih mudah diserang bakteri termasuk di saluran kemih. Kondisi ini bikin infeksi ringan bisa berkembang lebih cepat menjadi lebih serius. Misalnya, ISK ringan bisa bikin demam dan nyeri pinggang kalau sistem imun nggak cukup kuat melawan bakteri. Selain itu, penurunan kekebalan juga bikin tubuh lambat memberi sinyal peringatan. Gejala ISK bisa terasa samar, seperti sedikit nyeri atau sering kebelet kecil, sehingga ibu hamil sering baru sadar setelah infeksi berkembang.

Kebiasaan Hidup dan Kebersihan

Kebiasaan sehari-hari ikut memengaruhi risiko ISK. Misalnya jarang buang air kecil saat merasa ingin, pemakaian pakaian terlalu ketat, atau pola makan yang kurang cairan bisa meningkatkan risiko. Bakteri dari kulit atau saluran pencernaan bisa lebih gampang naik ke saluran kemih jika kebersihan kurang diperhatikan.

Selain itu, kebiasaan minum air kurang juga bikin urine lebih pekat dan bakteri lebih mudah berkembang biak. Selain itu, beberapa ibu hamil sering merasa malas atau sibuk sehingga menunda buang air kecil. Kebiasaan ini sebenarnya bikin bakteri punya waktu ekstra untuk menetap dan memicu infeksi.

Ibu Hamil: 5 Faktor Risiko Infeksi Saluran Kemih yang Sering Terjadi

Riwayat Infeksi Sebelumnya

Ibu hamil yang pernah mengalami ISK sebelumnya lebih rentan terkena lagi. Tubuh mereka punya “jejak” bakteri yang bisa aktif lagi, apalagi saat kondisi hormon dan kekebalan tubuh berubah. Risiko ini juga meningkat jika sebelumnya ISK nggak ditangani tuntas atau sering kambuh.

Bakteri punya kemampuan bertahan di saluran kemih, dan hormon serta tekanan rahim saat hamil membuat kondisi ini lebih mudah muncul kembali. Selain itu, riwayat keluarga juga bisa berperan. Jika ibu atau saudara dekat pernah sering kena ISK saat hamil, peluang terkena juga meningkat. Faktor genetik dan pola hidup keluarga ikut memengaruhi risiko.

Lihat Juga:  Risiko Kesehatan Akibat Minum Minuman yang Terlalu Panas

Kesimpulan

Infeksi saluran kemih saat hamil memang umum, tapi bukan berarti nggak bisa diwaspadai. Lima faktor utama perubahan hormonal, tekanan rahim pada kandung kemih, sistem kekebalan tubuh yang menurun, kebiasaan hidup dan kebersihan, serta riwayat infeksi sebelumnya menjadi penyebab paling sering. Dengan memahami faktor-faktor ini, ibu hamil bisa lebih waspada, mengenali gejala lebih cepat, dan mengambil langkah preventif sederhana. Ingat, kesadaran dan deteksi dini bikin risiko ISK tetap terkendali tanpa panik berlebihan. Jadi, hamil tetap bahagia dan sehat, sambil jaga kesehatan saluran kemih agar nyaman sepanjang kehamilan.